Category Archives: Editorial

- Marinus Riwu, Dominggus da Silva, Fabianus Tibo

Tahun ini Merah-Putih Berkibar Bernoda Darah

---Hingga pertengahan September 2006 masih belum ada kejelasan tentang eksekusi Tibo cs., mereka sedianya dieksekusi pada 12 Agustus 2006. Tulisan ini ditulis pada tanggal 11 Agustus 2006.---
Di ufuk peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan ke-61, bendera merah-putih akan ternoda darah anak bangsanya sendiri. Berbeda dengan pengalaman sejarah penuh patriotisme membela Sang Saka, kali ini pemerintah pengusung merah-putih lah yang justru membunuh warganya: Marinus Riwu, Dominggus da Silva, dan Fabianus Tibo. Ketiga terpidana mati kasus Poso tersebut (akan) diekseskusi pada 12 Agustus 2006.
Also posted in Indonesia | Tagged , , , , , |
Hukuman Mati di Indonesia

Sebuah Kekeliruan Mortal

Sistem hukum Indonesia pun masih mengakui keabsahan hukuman mati, dan juga masih melaksanakan eksekusi dengan regu tembak. Tulisan ini akan mencoba menunjukkan betapa keadaan status quo adalah suatu kekeliruan yang sangat berbahaya dan tidak ada lagi argumen signifikan untuk mempertahankannya, baik secara umum apalagi secara khusus dalam konteks sistem hukum Indonesia. Rasa keadilan bagi korban seharusnya cukup dipuaskan dengan proses hukum yang adil, pembuktian yang sah, dan hukuman setimpal (seumur hidup misalnya). Rasa dendam? Bukanlah tugas negara untuk memuaskan rasa dendam.
Also posted in Indonesia | Tagged , , , |

Memilih Sekolah di Luar Negeri beserta Tanggung Jawabnya

Perlu dicamkan bersama bahwa tidak semua institusi pendidikan di luar negeri (negara maju sekalipun) memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang pendidikan domestik –tidak sedikit bahkan yang justru lebih rendah. Inilah mengapa ketelitian dalam memilih sekolah di luar negeri sangat penting dan tidak bisa dipilih dengan isapan jempol belaka. Jangan sampai terjadi hanya semata karena dis-informasi atau mis-informasi, putra-putri bangsa ini mubazir merantau.
Also posted in Indonesia, Youth | Tagged , , , , |
Kronis

Bangsa Indonesia Kini Bangsa Pengeluh?!

Sebetulnya bukan sesuatu yang baru jika kita menjumpai saudara sebangsa –atau bahkan mungkin kita sendiri– merasa minder atau inferior jika berhadapan dengan bangsa asing. Entah itu berhadapan tatap muka, diplomasi politik, atau bahkan antar tatanan sosial. Sering pula kita dengar atau baca sitiran saudara sebangsa betapa corat-marut nya Indonesia ini, bahkan tak ayal sampai terlepas dari proporsi dan kian merendahkan bangsa sendiri sambil mengagungkan bangsa lain.
Also posted in Indonesia |
Menyambut hari kasih sayang

“I Love You with All My… Liver?!”

Apabila Anda merasa aneh, geli, atau bahkan mentertawakan judul diatas, maka tertawakanlah bahasa kita sendiri. Entah sudah berapa dekade ungkapan ‘lucu’ semacam itu sebenarnya dipakai secara luas dalam bahasa Indonesia, baik sebagai ungkapan perasaan yang paling romantis, syair lagu dan puisi, sampai ke slogan-slogan pemasaran komersial.
Posted in Editorial | Tagged , , , , , |
Perlukah Tsunami Berlanjut?

Pelajaran dan Pembelajaran dari Musibah Tsunami

Tidak perlu lagi digambarkan betapa pilunya penderitaan para korban gelombang tsunami di Asia selatan. Gambaran tragis pemicu iba detik demi detik mengudara di gelombang televisi dan radio. Yak, kita hanya bisa iba dan tergugah untuk memberi bantuan, tidak lebih. Simpati dari berbagai penjuru dunia mengalir deras, namun hanya segelintir yang sanggup ber-empati.
Posted in Editorial | Tagged , , |
The Indiscernible Beauty of the Tsunami Calamity

To Be Continued?

It is hardly plausible to endeavor in describing the sorrow of the victims of the Asian tsunami catastrophe. Tragic depictions are being broadcasted over and over again throughout the globe. They moved the rest of humanity to give aid with deep sympathy and only a limited few that can empathize.
Posted in Editorial |

Agama vs. Nurani

Umat manusia telah menjadi saksi terhadap penyalahgunaan ajaran agama dari sekedar sikap acuh tak acuh sampai ke skala sedahsyat perang salib. Perkembangan teknologi, yang tadinya diharapkan semakin mendewasakan pemikiran sempit agamis ternyata membawa pedang bermata dua. Selain penyebaran iman dan pendidikan agama semakin mudah disebarluaskan, demikian pula propaganda hitam yang berusaha menyulut perpecahan dan konflik antar pemeluk agama.
Posted in Editorial |