Byline
Michael is a professional leader in the fields of energy investments, complex commercial deals, and sustainability with extensive international experience. His personal interests span from socio-political issues, history, and culture.
From the Archives
Suharto Escapes Trial, But Indonesia Does Not
By michael on 30/03/2008
This is the original version of the article that appears on the back page of TIME magazine (Asia edition Vol. 171, No. 6, February 11,2008). The edited version is published under the title “The Soeharto Effect”. Different emphasis, related message. Suharto did a lot of good, but his corruption and atrocities did permanent damage to Indonesia. TIME omitted references to the implications for today’s public.
Category: Guest Writers, Indonesia
Maafkan Kami Bangsaku
Maafkan kami bangsaku
Maafkan kami yang selalu ribut
Maafkan kami yang sering maruk
Sementara kau terus hidup dalam kabut
Makin lama hidupmu makin terpuruk
Maafkan kami bangsaku
Kami ini berlimpah peti harta
Kami ini bergelar seribu sarjana
Pagi siang malam ditopang sarana
Tapi tenggelam dalam jurang nista
Maafkan kami bangsaku
Tangan kami sibuk menunjuk dan mengepal
Lidah kami tak hentinya bersilat
Semua kami atasnamakan masyarakat
Layaknya pedagang di pasar obral
Maafkan kami bangsaku
Kepalan tangan kami lebih kuat dari uluran
Omongan kami lebih hebat dari bantuan
Ampun seribu ampun ya Tuhan
Kami tak mau tahu apa yang mereka rasakan
Maafkan kami bangsaku
Teguranmu tak kami hiraukan
Teriakanmu tak kami dengarkan
Tangisanmu tak kami pedulikan
Maafkan kami bangsaku
Kami terlena enaknya dunia maya
Kami termakan bujukan modal
Prinsip kami jual layaknya sundal
Kami pun tak lagi layak dipercaya
Janganlah kau banyak harapkan kami
Kau bisa bangun sendiri
Kau bisa jadi berdikari
Kau bisa lebih baik dari kami
Ambillah ilmu kami
Gunakanlah modal kami
Dosa kami mungkin tak tertebus
Tapi masa depanmu kelak maju terus
Izinkanlah kami untuk berkarya
Curahkan segala daya upaya
Terimalah kembali kami ini
Karena kaulah yang empunya bangsa
Kami yakin kita semua bisa
Kita mulai dari hari ini
Maafkan kami bangsaku
Gunakanlah kami bangsaku
Kami kini sedia tanggung beban
Kita bangun masa depan
Â
Rotterdam, 2 Desember 2006
Michael C. Putrawenas