Renungan

Bukan Salah Mereka, Kawan!

Bukan salah mereka, Kawan
Kalau mereka melulu mencerca
Kalau mereka selalu curiga

Bukan salah mereka, Kawan
Jika karya kita dituduh dusta
Semua pikiran kita terbungkus nista

Bukan pula salah mereka, Kawan
Kala mereka tak ada waktu sisih
Karena mereka pun pasti risih

Puluhan tahun mereka jalani
Dikekang ganasnya tirani
Gelap pekat pembunuhan opini

Ribuan malam mereka lalui
Teriakan mereka tak ada yang peduli
Kebenaran tak pernah ada yang gali

Bukan salah mereka, Kawan
Karena cinta kita pada Ibu Pertiwi yang sama
Tapi cara kita memang beda

Wahai Kawan, ambil substansi
Abaikan celaan yang basi

Tuhan Sang Hakim Maha Adil
Waktu penguak yang benar
Kita wujudkan cita-cita
Kita buktikan kata-kata

Akan jadi salah kita, Kawan
Kalau perjuangan ini kembali terpuruk
Kalau rakyat hidup makin buruk

Tapi yang pasti, ini bukan salah mereka, Kawan …

Rotterdam, 5 Juli 2007
Michael C. Putrawenas

This entry was posted in Contemplations. Bookmark the permalink.
  • Byline

    Michael is a professional leader in the fields of energy investments, complex commercial deals, and sustainability with extensive international experience. His personal interests span from socio-political issues, history, and culture.

  • From the Archives

    Growing Towards Another Crisis?

    The growth in Asia has been a phenomenon that can not be ignored. But with the growing body of research dedicated to the social implications of businesses as the main economic engine, it is crucial to assess Asian businesses in such perspective. Especially since the assertions made on Asian businesses are discomforting. The leading concept that entails the role of businesses to societal life is Corporate Social Responsibility (CSR). Is it still the case that the current growth in Asia not a sustainable one? Could Asia face another (social) crisis because of the behavior of Corporate Asia?