Category Archives: Editorial

The Strategic Case of Climate Change for Indonesia

It is critical to frame the issue of climate change as a problem to the population. It should not be seen only as a problem to the environment, since it also poses grave challenges to social and economic development. Planet Earth has been in existence for more than four billion years and has gone through solar storms, meteor impacts and several ice ages. Several dozens of high-grade hurricanes and meters of rising sea level will not jeopardize the planet as much as it will demolish the people living on it.The window of opportunity for Indonesia to embed climate change considerations into its development plan and muster international support to undertake a low carbon development is still open – but not for long.
Also posted in Indonesia | Tagged , , , | Comments closed
A Thank You Note

Who Knew?

For all its pivotal utilities, the calendar system also sets benchmarks in our lives so that we can see our life journey in sections like days, months, and years. It enables us to review our past and plan for the future. But most of the time we do not know the full extent of what we do today will bring us in the future. Just like we didn’t know that something small in the past actually brought something we value dearly.
Posted in Editorial | Tagged , , | Comments closed
Maraknya Anak Indonesia yang Merantau

Memilih Sekolah di Luar Negeri beserta Tanggung Jawabnya

Setiap pelajar Indonesia yang sekolah di luar negeri memiliki beragam tanggung jawab. Tapi semua itu dimulai dengan tanggung jawab untuk memilih pendidikan yang sebaik-baiknya. Jangan sampai hanya semata karena dis-informasi atau mis-informasi, putra-putri bangsa ini mubazir merantau.
Posted in Editorial | Tagged , | Comments closed

Impian Itu Adalah Setiap Anak Indonesia Kenal Komputer

Di negara dengan ketimpangan sosial yang relatif tajam seperti Indonesia, kesenjangan teknologi pun lebih terasa. Sebagian mahasiswa metropolitan kerap memeriksa surat elektronik melalui kotak ajaib seukuran telapak tangan, sementara rekan-rekan mereka di pedalaman masih belajar dengan lampu minyak. Memang, keadaan seperti itu banyak bergantung pada faktor ekonomi, tapi hal ini dapat dilangkahi dengan penerapan teknologi mutakhir yang merakyat.
Also posted in Indonesia | Comments closed

Bravo Sinema Nasional!

Simbiosis dunia bisnis dan pendidikan massa justru bisa tercapai melalui cara seperti ini. Cukup sudah masyarakat terbuai dalam mimpi kosong, saatnya kini kita terbangun dari tidur siang tatkala tantangan nyata ada di depan mata. Media informasi seharusnya adalah kaca pembesar tantangan-tantangan tersebut dan bukan pengalun nina bobo. Bangun!
Also posted in Indonesia | Comments closed
Perombakan Kabinet

Studi Banding, Andi Matalata, dan Komunikasi

Studi banding memang ada kalanya sangat penting. Jika memang pada jadwal istirahat, rombongan ingin membelanjakan uangnya (dengan menghindari prasangka buruk, kita asumsikan halal) untuk belanja ya silakan saja. Itu hak mereka. Cerita akan menjadi lain ketika perjalanan itu tidak dapat dibuktikan kegunaannya, jelas-jelas menelan biaya besar, dan yang tampak justru hanya bagian belanjanya saja.
Also posted in Indonesia | Tagged , , | Comments closed
Corporate Social Responsibility

Bukan Amal, Bukan Bonus!

Jangan sampai kita terus menerus terjebak dan terbolak balik di negara ini dimana kerusakan yang diakibatkan operasi sebuah perusahaan pertambangan malah ditanggung Negara sementara tanggung jawab negara menyejahterakan rakyat malah dilimpahkan kepada perusahaan. Hendaknya baik pejabat pemerintah dan aktor swasta memahami betul peran dan tanggung jawab masing-masing secara profesional. Sah-sah saja tokoh bisnis menjadi negarawan karena setiap warga Negara memiliki hak politik yang setara. Tapi mari kita pahami perbedaan kewajiban setiap elemen untuk mencegah distorsi tanggung jawab.
Also posted in Business & Society | Tagged , , | Comments closed
Budaya Senjata di Amerika

Vox Populi, Vox Dei?

Hampir setiap hari kita dengar berita tentang penembakan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Tetapi ada sesuatu yang berbeda dari insiden pada hari Senin lalu. Lebih dari 30 pelajar dan dosen tewas di sebuah kampus. Bukan di Baghdad, bukan di Kabul, dan juga bukan di jalur Gaza; tetapi di Blacksburg, negara bagian Virginia, Amerika Serikat. Pelaku penembakan diduga bukan “teroris” maupun perampok –tapi mahasiswa berumur 23 tahun.
Posted in Editorial | Tagged , , , | Comments closed
Kunjungan Bush ke Indonesia

Tolak Polemik Bush, Urus Kepentingan yang Lebih Besar!

Ibarat hukum ekonomi permintaan dan penawaran, perlu ada permintaan dari masyarakat terhadap berita-berita yang berbobot dan relevan supaya penawaran dari media pun bak gayung bersambut. Tinggal kita mau menjadi berbobot atau hanya sekedar mau berkoar sambil mengacungkan jari di depan kamera. Terserah.
Also posted in Indonesia | Comments closed
Menilik Daftar Forbes

Tanggung Jawab Konglomerat atas Masyarakat dan Lingkungan

Jumlah kekayaan sebesar puluhan trilyun bagi hampir seluruh penduduk Nusantara adalah bagaikan dongeng. Tapi paling tidak bagi mereka yang memilikinya semoga mereka juga mencamkan nasihat dongeng mutakhir Spider-Man, “With great power comes great responsibility”, tanggung jawab besar menyertai kekuasaan yang besar…
Also posted in Business & Society | Tagged , | Comments closed

Memasarkan Indonesia Kedalam dan Keluar

Hampir 80 tahun yang lalu, 28 Oktober 1928, berbagai elemen pemuda Indonesia berikrar satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa: Indonesia. Mungkin perlu juga praktisi komunikasi dan periklanan kini memiliki semangat satu merek: Indonesia.
Also posted in Indonesia | Tagged , , | Comments closed
Kontroversi Ceramah Paus Benediktus XVI

Fakta dibalik Berita

Tulisan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk membela Paus Benediktus XVI terkait pemberitaan akhir-akhir ini tentang pernyataan beliau yang katanya kontroversial tentang Islam dan jihad. Tulisan ini juga tidak untuk membela otoritas Vatikan ataupun Gereja Katolik. Maksud dari tulisan ini sebenarnya sederhana, ingin mengajak publik Indonesia untuk berpikir sehat dan kritis dalam menarik kesimpulan dan kemudian menyikapi suatu berita.
Also posted in Miscellaneous | Tagged , , , | Comments closed
Mengenang Seluruh Korban Teror

Terrorisme dan Komunikasi Kemanusiaan

Lima tahun sudah berlalu sejak hari Selasa kelabu tanggal 11 September 2001, namun ingatan publik tentang insiden berdarah yang terjadi masih sangat kental. Sejak saat itu konsep “terorisme” mulai merasuki pasar secara kodian dan diobral sebagai sebuah komoditas yang mengerikan. Masyarakat dunia pada saat itu seakan-akan baru sadar bahwa terorisme merupakan ancaman nyata dalam kehidupan sehari-hari di abad ke-21.
Also posted in Business & Society | Tagged , | Comments closed
Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya

Selamat Ulang Tahun Bangsaku!

Pekan ini Indonesia kembali berulang tahun. Setidaknya ada dua hal yang lazim dilakukan pada saat ulang tahun: berpesta-pora mengundang kerabat serta handai taulan, atau mengambil waktu untuk merenung melihat ke belakang supaya langkah ke depan lebih mantap. Keduanya tidak harus bertentangan satu sama lain, bahkan dalam konteks kebangsaan jika dikemas dengan baik keduanya adalah sangat penting.
Also posted in Indonesia | Tagged , | Comments closed
- Marinus Riwu, Dominggus da Silva, Fabianus Tibo

Tahun ini Merah-Putih Berkibar Bernoda Darah

---Hingga pertengahan September 2006 masih belum ada kejelasan tentang eksekusi Tibo cs., mereka sedianya dieksekusi pada 12 Agustus 2006. Tulisan ini ditulis pada tanggal 11 Agustus 2006.---
Di ufuk peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan ke-61, bendera merah-putih akan ternoda darah anak bangsanya sendiri. Berbeda dengan pengalaman sejarah penuh patriotisme membela Sang Saka, kali ini pemerintah pengusung merah-putih lah yang justru membunuh warganya: Marinus Riwu, Dominggus da Silva, dan Fabianus Tibo. Ketiga terpidana mati kasus Poso tersebut (akan) diekseskusi pada 12 Agustus 2006.
Also posted in Indonesia | Tagged , , , , , | Comments closed
Hukuman Mati di Indonesia

Sebuah Kekeliruan Mortal

Sistem hukum Indonesia pun masih mengakui keabsahan hukuman mati, dan juga masih melaksanakan eksekusi dengan regu tembak. Tulisan ini akan mencoba menunjukkan betapa keadaan status quo adalah suatu kekeliruan yang sangat berbahaya dan tidak ada lagi argumen signifikan untuk mempertahankannya, baik secara umum apalagi secara khusus dalam konteks sistem hukum Indonesia. Rasa keadilan bagi korban seharusnya cukup dipuaskan dengan proses hukum yang adil, pembuktian yang sah, dan hukuman setimpal (seumur hidup misalnya). Rasa dendam? Bukanlah tugas negara untuk memuaskan rasa dendam.
Also posted in Indonesia | Tagged , , , | Comments closed

Memilih Sekolah di Luar Negeri beserta Tanggung Jawabnya

Perlu dicamkan bersama bahwa tidak semua institusi pendidikan di luar negeri (negara maju sekalipun) memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang pendidikan domestik –tidak sedikit bahkan yang justru lebih rendah. Inilah mengapa ketelitian dalam memilih sekolah di luar negeri sangat penting dan tidak bisa dipilih dengan isapan jempol belaka. Jangan sampai terjadi hanya semata karena dis-informasi atau mis-informasi, putra-putri bangsa ini mubazir merantau.
Also posted in Indonesia, Youth | Tagged , , , , | Comments closed
Kronis

Bangsa Indonesia Kini Bangsa Pengeluh?!

Sebetulnya bukan sesuatu yang baru jika kita menjumpai saudara sebangsa –atau bahkan mungkin kita sendiri– merasa minder atau inferior jika berhadapan dengan bangsa asing. Entah itu berhadapan tatap muka, diplomasi politik, atau bahkan antar tatanan sosial. Sering pula kita dengar atau baca sitiran saudara sebangsa betapa corat-marut nya Indonesia ini, bahkan tak ayal sampai terlepas dari proporsi dan kian merendahkan bangsa sendiri sambil mengagungkan bangsa lain.
Also posted in Indonesia | Comments closed
Twenty-three Years of Learning and Moving On

Thank You to You All

Twenty-three years—a flash in time for some, an eternity for others. For me at the moment, it’s simply my entire living journey—a journey in which I am grateful for all its joy and sorrow, its hardships and pleasure, as well as its passion and madness.
Posted in Editorial | Tagged | Comments closed
Menyambut hari kasih sayang

“I Love You with All My… Liver?!”

Apabila Anda merasa aneh, geli, atau bahkan mentertawakan judul diatas, maka tertawakanlah bahasa kita sendiri. Entah sudah berapa dekade ungkapan ‘lucu’ semacam itu sebenarnya dipakai secara luas dalam bahasa Indonesia, baik sebagai ungkapan perasaan yang paling romantis, syair lagu dan puisi, sampai ke slogan-slogan pemasaran komersial.
Posted in Editorial | Tagged , , , , , | Comments closed
Perlukah Tsunami Berlanjut?

Pelajaran dan Pembelajaran dari Musibah Tsunami

Tidak perlu lagi digambarkan betapa pilunya penderitaan para korban gelombang tsunami di Asia selatan. Gambaran tragis pemicu iba detik demi detik mengudara di gelombang televisi dan radio. Yak, kita hanya bisa iba dan tergugah untuk memberi bantuan, tidak lebih. Simpati dari berbagai penjuru dunia mengalir deras, namun hanya segelintir yang sanggup ber-empati.
Posted in Editorial | Tagged , , | Comments closed
The Indiscernible Beauty of the Tsunami Calamity

To Be Continued?

It is hardly plausible to endeavor in describing the sorrow of the victims of the Asian tsunami catastrophe. Tragic depictions are being broadcasted over and over again throughout the globe. They moved the rest of humanity to give aid with deep sympathy and only a limited few that can empathize.
Posted in Editorial | Comments closed

Agama vs. Nurani

Umat manusia telah menjadi saksi terhadap penyalahgunaan ajaran agama dari sekedar sikap acuh tak acuh sampai ke skala sedahsyat perang salib. Perkembangan teknologi, yang tadinya diharapkan semakin mendewasakan pemikiran sempit agamis ternyata membawa pedang bermata dua. Selain penyebaran iman dan pendidikan agama semakin mudah disebarluaskan, demikian pula propaganda hitam yang berusaha menyulut perpecahan dan konflik antar pemeluk agama.
Posted in Editorial | Comments closed
  • Featured Editorial

    The Strategic Case of Climate Change for Indonesia

    It is critical to frame the issue of climate change as a problem to the population. It should not be seen only as a problem to the environment, since it also poses grave challenges to social and economic development. Planet Earth has been in existence for more than four billion years and has gone through solar storms, meteor impacts and several ice ages. Several dozens of high-grade hurricanes and meters of rising sea level will not jeopardize the planet as much as it will demolish the people living on it.The window of opportunity for Indonesia to embed climate change considerations into its development plan and muster international support to undertake a low carbon development is still open – but not for long.

    Posted in Editorial, Indonesia | Tagged , , , Leave a response

    Who Knew?

    For all its pivotal utilities, the calendar system also sets benchmarks in our lives so that we can see our life journey in sections like days, months, and years. It enables us to review our past and plan for the future. But most of the time we do not know the full extent of what we do today will bring us in the future. Just like we didn’t know that something small in the past actually brought something we value dearly.

    Posted in Editorial | Tagged , , Leave a response

    Memilih Sekolah di Luar Negeri beserta Tanggung Jawabnya

    Setiap pelajar Indonesia yang sekolah di luar negeri memiliki beragam tanggung jawab. Tapi semua itu dimulai dengan tanggung jawab untuk memilih pendidikan yang sebaik-baiknya. Jangan sampai hanya semata karena dis-informasi atau mis-informasi, putra-putri bangsa ini mubazir merantau.

    Posted in Editorial | Tagged , Comments Off

    Impian Itu Adalah Setiap Anak Indonesia Kenal Komputer

    Di negara dengan ketimpangan sosial yang relatif tajam seperti Indonesia, kesenjangan teknologi pun lebih terasa. Sebagian mahasiswa metropolitan kerap memeriksa surat elektronik melalui kotak ajaib seukuran telapak tangan, sementara rekan-rekan mereka di pedalaman masih belajar dengan lampu minyak. Memang, keadaan seperti itu banyak bergantung pada faktor ekonomi, tapi hal ini dapat dilangkahi dengan penerapan teknologi mutakhir yang merakyat.

    Posted in Editorial, Indonesia Leave a response
  • Profile

    Michael wearing BatikBackground information of the person behind the writings on this website is available here. Curriculum vitae and the list of activities are separated in different sections although a small part intertwines. As additional material and to answer some queries, the explanation of the perplexed names is available as well. Continue reading...